简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Posisi Portofolio Manajer Investasi FMS Januari
Ikhtisar:Manajer investasi FMS merupakan Long Only Funds yang berperan sebagai price setter di pasar. Laporan ini memberikan gambaran penting mengenai pandangan manajer investasi terhadap prospek ekonomi ke de
Manajer investasi FMS merupakan Long Only Funds yang berperan sebagai price setter di pasar. Laporan ini memberikan gambaran penting mengenai pandangan manajer investasi terhadap prospek ekonomi ke depan serta strategi alokasi aset mereka. Survei FMS Januari dilakukan pada periode 9–15 Januari, melibatkan 227 manajer investasi dengan total aset kelolaan (AUM) sebesar USD 646 miliar.
Saat ini, tingkat kas manajer investasi turun ke 3,2% (bulan sebelumnya 3,3%), yang merupakan level terendah dalam sejarah. Kondisi ini mencerminkan optimisme pasar yang sangat tinggi. Ke depan, kecuali terjadi risiko sistemik dengan penurunan pasar lebih dari 20%, kecil kemungkinan terjadi aksi jual signifikan dari Long Only Funds.

(Grafik 1: Tingkat kas turun ke 3,2%; Sumber: BofA)
Meskipun posisi kas berada di level rendah, alokasi portofolio manajer investasi saat ini terkonsentrasi pada komoditas, saham perbankan, utilitas, pasar negara berkembang, dan sektor kesehatan. Dari perspektif Z-Score, eksposur terhadap saham teknologi masih relatif rendah, dengan posisi historis berada di -0,2 standar deviasi.
Aset yang berada dalam kondisi overweight meliputi komoditas, saham perbankan, euro, utilitas, pasar negara berkembang, sektor kesehatan, dan saham telekomunikasi, menunjukkan tingkat crowded trade yang cukup tinggi. Di tengah era gelombang AI, di mana saham teknologi tetap menjadi pemimpin utama pasar saham AS, kondisi ini membuka ruang imajinasi yang besar bagi potensi rebalancing kembali ke sektor teknologi di masa mendatang.

(Grafik 2: Distribusi perbandingan posisi Januari berdasarkan Z-Score; Sumber: BofA)
Dari sisi makroekonomi, pandangan manajer investasi FMS menunjukkan bahwa 49% memperkirakan ekonomi global akan mengalami no landing, sementara ekspektasi soft landing turun dari 57% menjadi 44%. Hal ini mencerminkan kebijakan RMP (repo pembelian obligasi jangka pendek) oleh Federal Reserve yang membantu menciptakan kondisi makro yang lebih sehat serta meningkatkan likuiditas pasar.

(Grafik 3: Ekspektasi ekonomi global; Sumber: BofA)
Selanjutnya, FMS mengidentifikasi tiga crowded trade terbesar saat ini, yaitu long emas, long Magnificent Seven (tujuh raksasa saham AS), dan short dolar AS. Lebih dari separuh manajer investasi menilai tingkat kepadatan posisi long emas meningkat signifikan. Sementara itu, meskipun Magnificent Seven masih tergolong crowded trade, proporsinya menurun ke 27%, sedangkan posisi short dolar AS meningkat tipis menjadi 7%.
Pandangan manajer FMS ini sejalan dengan penilaian kami bahwa posisi long emas telah memasuki fase overheat. Meskipun laporan kali ini tidak mengungkapkan secara rinci porsi kepemilikan emas, konsentrasi portofolio pada sektor komoditas kemungkinan besar lebih didorong oleh kenaikan harga tembaga, aluminium, dan perak, sehingga kami memperkirakan proporsi emas dalam portofolio komoditas relatif lebih rendah.
Dengan kata lain, apabila sektor komoditas mulai mengalami aksi jual, terdapat potensi efek resonansi yang cukup besar. Secara rasional, koreksi di sektor komoditas dapat membuka peluang rotasi dana kembali ke sektor teknologi. Menjelang musim laporan keuangan saham AS, apabila pertumbuhan laba saham teknologi kembali sejalan dengan prospek pertumbuhannya, hal ini dapat menjadi momentum bagi manajer FMS untuk meningkatkan kembali eksposur ke saham teknologi.
Analisis Teknikal Emas

Berdasarkan pengamatan grafik 4 jam, harga emas telah menembus kanal kenaikan menengah (garis biru) dan kanal kenaikan jangka pendek (garis oranye). Saat ini, harga telah memasuki zona overbought, sempat menyentuh level tinggi di USD 4.890 per ons sebelum mengalami koreksi. Pada sesi Asia, harga menguji kembali batas atas kanal tren utama (garis biru).
Indikator momentum MACD menunjukkan tidak adanya perubahan signifikan dan masih berada di area jenuh beli. Volatilitas harian emas mencapai sekitar USD 100, sehingga strategi jangka pendek memerlukan pelebaran stop loss dan pengurangan ukuran posisi.
Saat ini, belum dapat disimpulkan bahwa tren emas akan berbalik arah menjadi bearish. Namun, probabilitas terjadinya konvergensi deviasi terhadap MA 5 pada timeframe harian semakin meningkat. Investor disarankan untuk mencermati potensi pelemahan harga apabila sentimen lindung nilai mulai mereda.
Rencana strategi: tetap wait and see, tidak membuka posisi.
Support
SUP1: 4642
Resistance
Resistance 1: 4890
Peringatan Risiko:
Pandangan, analisis, riset, harga, atau data lainnya dalam laporan ini hanya bersifat komentar pasar umum dan tidak mencerminkan posisi resmi platform ini. Seluruh risiko sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Harap melakukan transaksi dengan penuh kehati-hatian.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
