简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Google Memperluas Belanja Modal (CAPEX)
Ikhtisar:Melalui laporan keuangan kuartal IV 2025 Alphabet (induk perusahaan Google) serta panduan dalam earnings call, perusahaan berhasil memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang kecer
Melalui laporan keuangan kuartal IV 2025 Alphabet (induk perusahaan Google) serta panduan dalam earnings call, perusahaan berhasil memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang kecerdasan buatan (AI). Namun demikian, kinerja keuangan Q4 yang solid dan outlook ke depan tersebut belum mampu memberikan dorongan positif bagi pasar modal.
Empat indeks utama saham AS menunjukkan pergerakan yang relatif lemah. Dalam jangka pendek, sentimen masih menjadi faktor dominan, sementara pasar saat ini berada dalam fase normalisasi valuasi (valuation de-rating).

(Grafik 1: Pergerakan saham Alphabet melemah pada perdagangan after-hours; Sumber: Yahoo Finance)
Berikut poin-poin utama dari earnings call Alphabet:
1. Panduan Keuangan Inti: Pendapatan Tahunan Tembus USD 400 Miliar
Alphabet mencatatkan pendapatan tahunan 2025 sebesar USD 402,8 miliar, untuk pertama kalinya melampaui level USD 400 miliar.
Pendapatan kuartal IV mencapai USD 113,83 miliar, tumbuh 18% YoY, dengan EPS terdilusi USD 2,82, keduanya melampaui ekspektasi pasar.
2. Mesin Pertumbuhan: Kinerja Google Cloud Sangat Kuat
Akselerasi Pendapatan: Pendapatan Google Cloud mencapai USD 17,66 miliar, dengan pertumbuhan tahunan melonjak dari 34% pada kuartal sebelumnya menjadi 48%.
Kontribusi AI: Pertumbuhan didorong oleh permintaan kuat atas solusi Gemini AI dan infrastruktur terkait, dengan margin laba cloud meningkat hingga 30%.
3. Bisnis Pencarian: Ketahanan Berkat Integrasi AI
Pendapatan dari Search dan layanan terkait mencapai USD 63,1 miliar.
CEO Sundar Pichai menegaskan bahwa fitur pencarian berbasis AI seperti Circle to Search dan AI Overviews tidak menggerus bisnis inti. Sebaliknya, kemampuan AI dalam menangani kueri kompleks justru meningkatkan tingkat keterlibatan pengguna.
4. Prospek Ke Depan: Belanja Modal 2026 Berpotensi Berlipat Ganda
Skala Investasi: Alphabet mengumumkan rencana belanja modal tahun 2026 sebesar USD 175–185 miliar, hampir dua kali lipat dibandingkan 2025.
Fokus Penggunaan: Dana akan difokuskan pada pembangunan server dan infrastruktur “AI Factory” untuk mempertahankan posisi kepemimpinan absolut di bidang AI.
Meskipun Alphabet mencatatkan kinerja keuangan yang kuat, indeks Fear & Greed menunjukkan bahwa sentimen pasar masih berada di zona ketakutan. Pasar juga masih mencermati kekhawatiran yang muncul dari perkembangan terbaru yang diumumkan oleh Anthropic.
Anthropic memperkenalkan alat baru yang memungkinkan AI berperilaku layaknya manusia, seperti mengklik mouse, membuka situs web, dan mengisi formulir secara mandiri, yang dikenal sebagai AI Agent. Pada tahap saat ini, teknologi seperti OpenClaw dan AI Agent sejenis masih berada pada fase awal atau tahap “geek”, dan belum dapat dikategorikan sebagai produk matang untuk pasar massal.

(Asisten AI OpenClaw; Sumber gambar: X @OpenClaw)
“Persaingan AI Agent pada dasarnya merupakan perpanjangan dari dominasi sistem operasi.”
Meski perusahaan model AI seperti Anthropic unggul dari sisi algoritma, mereka masih tertinggal jauh dalam hal implementasi skenario nyata, kontrol sistem, serta biaya distribusi jika dibandingkan dengan raksasa teknologi yang menguasai perangkat keras dan sistem operasi. Oleh karena itu, belanja modal Alphabet yang besar tidak kami pandang sebagai risiko utama. Pelemahan sentimen pasar jangka pendek tidak mencerminkan kesalahan strategi maupun hilangnya daya saing fundamental.
Kinerja laba perusahaan yang solid dan peningkatan investasi berskala besar mendukung pertumbuhan PDB Amerika Serikat. Dari perspektif ini, kekhawatiran pasar terhadap mata uang fiat berpotensi mereda. Indeks Dolar AS baru-baru ini membentuk pola V-shaped rebound dari level 95,34, sehingga risiko koreksi tajam dalam jangka pendek relatif terbatas. Kondisi ini berpotensi melemahkan dukungan bullish terhadap emas.
Analisis Teknikal Emas

Berdasarkan pengamatan Bollinger Bands pada grafik per jam:
Lebar Bollinger Bands berbalik dari melebar ke menyempit ke bawah.
Harga naik menyentuh area resistance horizontal di 5102, kemudian mengalami koreksi.
Rebound berikutnya gagal menembus garis tengah (middle band) dan ditutup dengan candle bearish, memicu sinyal masuk posisi jual (short).
Untuk strategi short, area middle band menjadi referensi utama stop loss. Secara sederhana, penembusan di atas 5020 mengindikasikan perlunya keluar dari posisi.
Dari indikator MACD, histogram menyempit di sekitar garis nol dan berpotensi melebar ke area negatif, yang mendukung dominasi momentum bearish saat ini.
Level Teknis:
Support
SUP a: 4550
SUP b: 4794
Resistance
Resistance a: 4942
Resistance b: 5102
Peringatan Risiko
Pandangan, analisis, riset, harga, dan informasi lainnya dalam laporan ini disajikan semata-mata sebagai komentar pasar dan tidak mencerminkan posisi resmi platform mana pun. Seluruh risiko investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Disarankan untuk melakukan pertimbangan secara cermat sebelum mengambil keputusan transaksi.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
