Ikhtisar:Harga minyak mentah diproyeksikan melonjak pada kuartal kedua dengan acuan Brent diperkirakan mencapai $107 per barel akibat hambatan logistik di kawasan Teluk.

Risiko hambatan operasional dan logistik maritim memicu repricing agresif terhadap pasokan energi global, dengan tekanan harga spot yang melampaui valuasi paper market.
Rasionalisasi Pasokan Kuartal Kedua
Menurut Rabobank, harga minyak Brent diproyeksikan rata-rata $107 pada kuartal kedua, dengan normalisasi pasokan sebesar 80% diperkirakan tercapai pada Agustus.
- Brent Q2: $107
- WTI Q2: $98
- Brent Q3: $96
- Brent Q4: $90
Implikasi Terhadap Kebijakan Moneter
Ketatnya pasokan energi meningkatkan risiko inflasi yang memaksa Federal Reserve dan ECB mempertahankan suku bunga restriktif, di tengah pemulihan konsumsi di Tiongkok.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.