简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Inflasi CPI Meledak Lagi! Nvidia Bersinar Sendirian, Wall Street Tersungkur dari Puncak
Ikhtisar:Ringkasan PasarLonjakan inflasi CPI Amerika Serikat yang melampaui ekspektasi memicu guncangan besar di pasar keuangan. Indeks SP 500 dan Nasdaq sama-sama terkoreksi dari level tertinggi sepanjang mas
Ringkasan Pasar
Lonjakan inflasi CPI Amerika Serikat yang melampaui ekspektasi memicu guncangan besar di pasar keuangan. Indeks S&P 500 dan Nasdaq sama-sama terkoreksi dari level tertinggi sepanjang masa, sementara Dow Jones hanya mampu mempertahankan kenaikan tipis untuk hari ketiga berturut-turut. Setelah data inflasi dirilis, imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 30 tahun kembali menembus level 5,0%, sementara penguatan dolar AS menekan hampir seluruh aset berisiko.
Pasar global juga bergerak penuh tekanan. Di Inggris, ketidakpastian posisi Perdana Menteri ditambah kekhawatiran fiskal mendorong yield obligasi pemerintah Inggris tenor 30 tahun melonjak ke level tertinggi sejak 1998, sementara poundsterling anjlok ke level terendah bulan ini akibat aksi jual besar-besaran.
■ Teknologi dan Semikonduktor Tertekan Keras:
Indeks saham chip turun tajam 3%, dengan Qualcomm merosot lebih dari 10%, sementara Intel dan SanDisk masing-masing turun hampir 7% dan 6%. Saham perangkat lunak juga melemah luas, Salesforce turun lebih dari 3%, sedangkan GitLab anjlok 10% setelah mengumumkan rencana restrukturisasi AI. Di tengah tekanan tersebut, Nvidia justru menunjukkan ketahanan luar biasa dengan berbalik naik di sesi perdagangan dan kembali mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah. Sementara itu, saham-saham China relatif solid, dipimpin JD.com yang melonjak lebih dari 3% berkat pendapatan yang melampaui ekspektasi pasar.
■ Energi dan Komoditas:
Ketegangan berkepanjangan antara AS dan Iran terus menopang harga minyak. Harga minyak mentah mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut dan mencapai level tertinggi dalam sepekan, dengan WTI sempat melonjak hampir 5% dan Brent naik lebih dari 4%. Penguatan dolar AS menekan logam mulia, menyebabkan emas berjangka turun dua hari berturut-turut, sementara perak sempat mengakhiri reli lima harinya sebelum kembali rebound. Pasar tembaga menjadi yang paling agresif, didorong pembelian dana investasi sehingga harga tembaga London dan New York kembali mencetak rekor penutupan tertinggi.
■ Obligasi, Valuta Asing, dan Kripto:
Indeks dolar AS menguat dua hari berturut-turut setelah didorong data CPI dan mencapai level tertinggi dalam sepekan. Yen Jepang melemah untuk hari kedua, meski sempat melonjak singkat di tengah dugaan intervensi pasar. Yuan offshore sempat menguat mendekati level 6,79 terhadap dolar AS, mendekati posisi tertinggi dalam tiga tahun sebelum akhirnya memangkas kenaikan. Di pasar kripto, Bitcoin kembali jatuh di bawah level psikologis USD 80.000 dan terkoreksi lebih dari 2% dari puncak intraday.
Sorotan Utama● CPI AS April Naik 3,8%, Tertinggi dalam Hampir Tiga Tahun
Dampak perang Iran mulai merembet ke sistem harga melalui kenaikan biaya energi, tiket pesawat, dan transportasi. Di saat yang sama, biaya chip memori melonjak tidak terkendali akibat memanasnya “perlombaan AI”. Selain itu, BLS juga melakukan penyesuaian satu kali terhadap distorsi data sewa dan perumahan yang terjadi pada Oktober tahun lalu akibat penutupan pemerintah AS, sehingga menimbulkan gangguan teknikal pada data inflasi periode ini.
● Dilema Ketua Baru Federal Reserve
Ketua baru Federal Reserve, Warsh, dijadwalkan resmi menjabat pekan ini namun langsung menghadapi tekanan besar. Perang Iran telah mendorong inflasi naik ke 3,5%, sementara FOMC mencatat jumlah suara dissenting terbanyak dalam 30 tahun terakhir. Di sisi lain, Trump secara terbuka menekan The Fed untuk segera memangkas suku bunga bahkan disertai ancaman gugatan hukum.
Jika suku bunga diturunkan, inflasi berisiko semakin tidak terkendali. Namun jika tetap dipertahankan, tekanan politik dapat meningkat tajam. Krisis independensi bank sentral ini berpotensi mengubah arah kebijakan moneter global dalam jangka panjang.
Fokus Data Penting (GMT+8)
20:30 (US)
PPI Tahunan AS April
PPI Bulanan AS April
22:30 (US)
Persediaan Minyak Mentah EIA Mingguan AS per 8 Mei
Persediaan Minyak Mentah Cushing Oklahoma EIA Mingguan AS
Persediaan Cadangan Minyak Strategis AS Mingguan EIA
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
