简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Pasar Asia Bervariasi di Tengah Memanasnya Ketegangan Geopolitik
Ikhtisar:Bursa saham Asia bervariasi karena pengaruh sentimen geopolitik Timur Tengah serta tarik-ulur perundingan antara Amerika Serikat dan Iran. Sementara itu, harga minyak mentah dunia sempat bergejolak akibat penutupan Selat Hormuz sebelum kembali stabil menyusul meredanya ketegangan.

Pergerakan bursa saham belakangan ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Iran dilaporkan sempat menangguhkan perundingan dengan Washington dan menutup sepenuhnya Selat Hormuz sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon.
Namun, kepanikan pasar mereda saat Presiden Amerika Serikat mengklarifikasi bahwa dialog masih terus berjalan dan ada potensi nota kesepahaman untuk memulihkan akses Selat Hormuz pada minggu depan.
Harapan ini terbukti meredam tajamnya reli komoditas minyak mentah dunia yang beberapa waktu lalu melesat menembus harga 92 dolar per barel akibat kekhawatiran penyumbatan rantai pasokan.
Di Amerika Serikat, bursa saham justru menikmati tren positif dengan mencatatkan rekor tertingginya, terutama ditopang oleh kinerja sektor teknologi akibat pengembangan teknologi cip kecerdasan buatan.
Kabar baik dari perekonomian domestik juga bertambah, di mana aktivitas manufaktur AS tercatat berekspansi selama lima bulan berturut-turut pada bulan Mei, menyentuh titik tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Adanya regulasi baru yang mengubah tarif pada sejumlah impor tembaga, aluminium, dan besi juga sedang dalam penanganan pihak berwenang.
Menghadapi dorongan dari dua sisi yang berbeda, pasar Asia bergerak secara bervariasi. Bursa acuan di Australia dan wilayah Jepang melemah cukup signifikan lantaran ditarik mundur oleh penurunan di sektor perbankan, produsen otomotif, dan emas.
Pada saat bersamaan, aset saham di wilayah Hong Kong, Singapura, serta Indonesia berhasil meraup kenaikan yang stabil. Dari sisi nilai tukar valuta asing, dolar Australia terlihat kokoh menetap di sekitar $0.716 sementara pergerakan dolar AS berada kuat di kisaran level atas 159 yen.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
